Wednesday, September 24, 2008

Perampokan dengan Kekerasan

Telephone yang diputus

Brankas yang dicongkel dan dijebol

Kantor yang di acak - acak


Tembok yang dijebol oleh rampok

Telah terjadi perampokan di ex Gudang Pabrik Rattan pada hari Minggu dini hari tanggal 21 September 2008.
Perampok yang berjumlah belasan orang memegang clurit dan tutup kepala seperti ninja datang setelah berhasil membobol pagar batako belakang pabrik, kemudian langsung menyergap 3 satpam yang hendak saur.
Satpam diikat dan dilakban, sambil dikalungi clurit kemudian diseret ke gudang bagian belakang. Setelah berhasil melumpuhkan satpam, mereka memukul lampu di pos satpam sehingga gelap gulita, dan langsung mengobrak abrik gudang dan kantor.
Brankas kantor dicongkel dan digergaji, semua isi laci, filling kabinet berhamburan dilantai. Telepon diputus, CPU Komputer milik saya hilang. Setelah satpam dapat melepaskan diri, mereka baru melepon Polsek Weru dan menelepon saya di rumah. Jam 3 pagi saya datang ke pabrik dengan kondisi pintu gerbang sudah terbuka, kantor acak – acakan dan sedang ada pemeriksaan dari Polsek Weru. Ternyata setelah diolah TKP, komputer saya dan 2 laptop rusak ex mantan bos ditemukan di sawah belakang pabrik. Pada saat polisi melakukan interogasi, datanglah 2 orang satpam dari PT. “PC”, tetangga pabrik yang posisinya di pinggir jalan tol, ternyata mereka juga dirampok dengan orang2 yang sama dengan cara membobol tembok belakang pabrik. Jadi hari itu terjadi 2 perampokan di lokasi yang berdekatan.

Kerusakan yang perlu diperbaiki segera:
1. Tembok belakang pabrik yang bolong harus ditambal
2. Pintu Show Room harus diganti kuncinya
3. Gembok gerbang pabrik
4. Kabel dan instalasi Telkom
5. Lampu Emergency di Pos Satpam
6. Lampu Neon di depan Pos Satpam

Barang yang hilang : uang tunai dalam brankas sebesar Rp. 11.200.050

Barang yang ditahan di Polsek Weru : 1 unit CPU Komputer
2 buah laptop rusak merk Omni dan Toshiba

Barang yang rusak: 1 unit brankas merk Ichiko
1 unit printer Canon BJC-1000
instalasi komputer

Kehilangan pada anggota Satpam:
1. Kunci motor atas nama Satpam Suparto
2. STNK motor atas nama Satpam Suparto
3. 2 unit HP milik Satpam Suparto
4. 1 helm milik Satpam Erwin
5. Uang tunai Rp. 70.000 milik Satpam Suparto
6. Uang tunai Rp. 10.000 milik Satpam Erwin
7. 2 buah sangkur dan sarungnya milik Satpam Erwin dan Suparto.
8. 2 buah jam tangan milik Satpam Dedi dan Satpam Suparto

Monday, September 08, 2008

Sony Ericsson W-810

Hari Jumat, dateng kiriman karpet jati dari Purbalingga. Setelah di cek, dipasangain label dan silica gel, papa kirim karpet tersebut 24 roll ke PT. Wicker Kane.
Mungkin karena sibuk atau apa HP Sony Ericsson W-810 yang ada di saku celana jatuh.
Ga tau siapa yang nemuin, karena siangnya udah mail box terus, padahal kalau tidak diutak atik batrenya tahan 3 hari.
Yeaaah...bukan cuma HP yang harganya agak lumayan, tapi nomer - nomer tlepon yang ada disitu yang penting banget.....
Semoga Tuhan memberi gantinya yang lebih baik. Amin

Tuesday, August 26, 2008

Christian & teman


Di kontes burung, Ian juga kepengen ikut, tapi dia memang bukan anak yang rewel, meski tempatnya sesak, panas dan kurang nyaman, dia asyik - asyik aja.
Beberapa anak yang ikut di acara kontes juga senang jadi temannya.

Monday, August 25, 2008

Christian Jo




Ian & Devina






Secara Christian lagi lucu - lucunya,..lihat posenya yang sedang memeluk mesra Devina di pinggiran lapangan Bola Ciperna, Sabtu 23 Agustus 2008

Sepak Bola Bersama tanggal 23 Agustus 2008

Bermain Bola bersama untuk menambah kearaban antar sesama rekan kerja dan yang terpenting adalah untuk kebugaran.
Bertempat di lapangan Ciperna, tanggal 23 Agustus 2008,....
Mulai jam 15.00 hingga menjelang Magrib.

Friday, August 22, 2008

Wisata Kuliner & Wisata Belanja Cirebon

Info ini boleh diambil, asal disebutkan sumbernya, jadi jangan asal copy paste.
Sengaja saya tuliskan alamat dan nomer telepon dari masing - masing tulisan, sehingga memudahkan rekan - rekan punya kepentingan. Tapi SAYA BUKAN SALES/MARKETING dari salah satunya lho,..

STASIUM KERETA API KEJAKSAN
Stasiun ini menerima kedatangan anda dari berbagai kota dengan transportasi kereta api. Ya namanya aja stasiun pastilah angkutannya namanya kereta api.Letaknya di jalan Kejaksan maka dinamain Stasiun Kejaksan.
Bangunannya masih bangunan kuno, semoga aja dipertahankan, karena model bangunannya bisa jadi ciri khas Stasiun KA Cirebon.
Untuk yang mau pesan tiket KA 0231-210333 (dalam kota cirebon bisa diantar, untuk yang mau tanya mengenai kedatangan KA 0231-203233 atau 0231-208888, yang mau tanya jadual KA 0231-210444.

TERMINAL BUS HARJAMUKTI
Terminal Bus antar Kota antar Propinsi ini letaknya di jalan Jend. A. Yani, By Pass Cirebon.

DAFTAR PENGINAPAN / HOTEL YANG ADA DI CIREBON:
Hotel Santika
Jl. Dr. Wahidin no. 32
Cirebon 45122
Telp. 0231-200570, 200662, 200575

Hotel Bentani
Jl. Siliwangi no. 69
Cirebon 45121
TElp 0231-203246

EMPAL GENTONG MANG DARMA di JALAN KRUCUK
(dekat rel KA)
Empal gentong ini salah satu makanan khas Cirebon yang sangat popular. Daging dan bumbu rempah – rempah dimasak dalam sebuah gentong yang dimasak menggunakan kayu baker, sehingga aroma dan rasanya sangat sedap sekali.
Banyak bertebaran Empal Gentong di seputaran kota dan kabupaten Cirebon yang menambahi embel – embel Putra Mang Darma, tapi menurut Ibu Darma yang saya wawancara,..cie..wawancara waktu saya makan ditempat beliau, Empal Gentong Mang Darma ini tidak buka cabang dimana – mana, cuman ada satu di Cirebon yaitu di jalan Krucuk dekat rek KA. Buka dari jam 9 pagi dan…jam 13 sudah tutup karena sudah habis.
Empal disajikan dengan sambal berupa bubuk cabe, kalau suka bisa ditambah jeruk purut, kecap sesuai selera, dan kita juga akan disuguhi sepiring kerupuk kulit.
Kerupuk kulit ini sangat renyah dan tidak bau prengus.

WARUNG NASI JAMBLANG MANG DUL
Tau Nasi Jamblang? Nasi khas Cirebon yang dibungkus daun jati sekepalan tangan orang dewasa. Yang keri (apa ya..istilahnya?) dengan daun jati, disediakan piring. Lauk pauknya juga seukuran mini mulai dari perkedel, tempe, daging, semur ati, pepes, sate kentang, sate telor, sambal goring yang dipincuk daun kecil – kecil,…ah sungguh menggugah selera.
Buka mulai subuh hingga siang hari.
Terletak di jalan Cipto (komplek ruko) sebelah Bank BCA di depannya Grage Mall.
Siapa aja pejabat yang datang ke Cirebon pernah makan di Mang Dul.
Nasi Jamblang bertebaran si seputaran Cirebon, dari yang membuka tenda dipinggiran jalan, hingga di supermarket, dan juga tidak ketinggalan dijajakan oleh ibu – ibu yang membawa keranjang tampah yang keluar masuk perumahan. Semuanya rata – rata sama, baik dari segi lauknya ataupun nasinya.
Yang recommended selain Mang Dul, dijalan Cipto ada juga diseberang apotik Cipto yang buka tenda pagi – pagi tanpa nama. Atau di jalan evakuasi di tepi jalan dengan tenda kecil ada Nasi Jamblang Mang Jaka. Kalau yang mau ketempat ini kudu datang lebih pagi Karena sekitar jam 9an pasti sudah kehabisan. Atau di dekat pelabuhan Cirebon. Nasi Jamblang ini menu alternative untuk Sarapan.

NASI LENGKO
Kalau datang ke Cirebon, belum lengkap kalau tidak makan nasi lengko. Yang terkenal adalah Mang Barno di jalan Pagongan dan Mang Sadi masih di jalan Pagongan, masuk gang samping laboratorium ALMA.
Untuk ukuran sedang, bisa katakana pada penjualnya minta setengah porsi aja, karena kalau satu porsi lumayan banyak.
Nasi, cacahan tempe, tahu, timun, ditaburi tauge, kucai dan bawang goreng, lalu dikocrotin kecap MATAHARI khas Cirebon, jadilah nasi Lengko. Mau pedes? Minta aja sambal, dimakan dengan kerupuk atau emping lebar khas Cirebon,..hm… Gampang kaaan? Bahan – bahan diseluruh Indonesia ada. Tapi kenapa kalau bikin sendiri rasanya beda? Hayooo….
Namun sayang untuk yang beli dibungkus para penjual tidak lagi menggunakan daun pisang, tapi sudah menggantinya dengan kertas bungkus makanan yang menurut saya kalau dibungkus pake daun pisang rasanya lebih wangiiii,..lebih sedep.




TAPEL PISANG BAKAR
Disebelah Nasi Lengko Mang Sadi, ada 2 penjual Tapel Pisang Bakar yang melegendaris.
Tante saya dari Bandung, sekali pesan bisa 60 porsi.
Enak,…legit dan harum. Ketan dioles diwajan yang dimasak di tungku tanah liat (seperti cetakan serabi) lalu diisi gula merah dan pisang.
Yang mau pesen banyak kudu nunggu lama, karena dibikinnya satu – satu….manual dan tradisional…


KECAP MATAHARI
Kecap ini sudah menjadi cirri khas kecap made in Cirebon, karena digunakan untuk Nasi Lengko. Diproduksi di jalan pagongan gang matahari, dengan 2 rasa. Yang warna merah rasa manis sedang dan yang biru rasa asin.
Kecap ini memang enak apalagi bila dipakai untuk cocolan kecap saat makan tahu atau tempe dengan taburan cabai rawit,..aih aih…
Yang mau pesen…boleh hub saya, saya bantu beli dan kirimkan,….
(bukan sales kecap ya…) Kecap ini juga banyak dijumpai di toko oleh – oleh khas Cirebon, di pasar, supermarket di kota Cirebon. Kalau beli di pasar, botolnya bisa dikembalikan, jadi kita hanya beli isi saja.

SIROP TJAMPOLAY
Sirop ini juga sudah melegenda jadi sirop khas Cirebon.
Menggunakan gula asli dengan rasa pisang susu (ini rasa yang sangat popular), rose, mangga, leci dll.
Sekarang ada kompetitornya yaitu sirop TJEMPEDAK, sekilas akan terkecoh kalau kita tidak betul – betul mengamati labelnya. Dulu saya pernah coba menyimpan sirop ini di kulkas dan ternyata gulanya mengkristal, sehingga saya yakin bahwa sirop ini memakai gula asli. Mudah – mudahan sampai sekarang kualitas produksinya tetap terjaga ya…
Yang mau pesen…boleh hub saya, saya bantu beli dan kirimkan,….
(bukan sales sirop ya…) Sirop ini juga banyak dijumpai di toko oleh – oleh khas Cirebon, di pasar, supermarket di kota Cirebon.


RUJAK JANGANAN & KERUPUK SAMBAL KHAS CIREBON
Rujak ini adalah rujak sayur, dimana kata janganan adalah istilah Cirebon yang berarti sayuran. Salah satu penjual ini mangkal di pojokan di area parkir Yogya Grand di jalan Karanggetas Cirebon.
Dialasi daun pisang yang istilah Cirebon dicekedong (dipincuk) ditata: kangkung, kol, kacang panjang, daun papaya, daun singkong, pisang batu (dlm bahasa cirebon mrucu), kecipir, tauge, timun rebus bisa ditambah soun goreng, lalu dikucur sambal asam dan sambal kacang. Ada juga krupuk mlarat (kerupuk yang digoreng pakai pasir) lalu dikucuri sambal,..hm…ini makanan kesukaan penulis dari jaman sekolah SD. Meski sekarang katanya pewarnanya beracunlah,…pakai pewarna tekstil….tapi krupuk mlarat tetap laku,…enak bo!! Makanan ini ada sejak jaman dulu,..mungkin udah ada sebelum penulis lahir, tapi sekarang aja baru heboh soal pewarnanya….
Selain itu ada juga Kerupuk Gapit yang bisa dikucur sambel juga….
Tambahan bisa pake lontong atau pia – pia (seperti bakwan) khas Cirebon.


GADO – DAGO AMPERA
Gado – gado khas Cirebon ini adanya di jalan Ampera Cirebon. Kenapa khas Cirebon? Karena gado – gado ini selain pakai bumbu kacang pakai juga bumbu kari dari Santan, beda kan dengan gado – gado Bandung misalnya yang pakai campuran ulekan kentang.
Sayurnya sih biasa aja khas gado – gado seperti kol, tauge, kangkung, kacang panjang, timun, bisa tambaha lontong, disajikan dengan banwang goring, kerupuk dan emping.
Pada jam makan siang gado – gado ini sangat ramai, perlu kesabaran untuk antri, disebelahnya ada penjual es campur bandung,…

TAHU GEJROT
Tahu gejrot ini khas Cirebon banget, karena selain jenis tahunya beda dengan tahu biasa agak bau – bau khas gimanaaaa…gitu, makannya juga pake piring tanah liat.
Tahu dipotong – potong, lalu ditempat lain si penjual mengulek bawang merah dan cabai rawit, lalu dikucuri air gula lalu dikucuri ke atas tahu,…gak pake sendok makannya tapi pakai biting (lidi kecil seperti tusuk gigi).
Rasanya,…enak bo!!! Coba deh…

SERABI PLERED
Serabi ini popular banget,…penjual yang recommended ada di dalam Pasar Kanoman,…terus lurus ke dalam dekat pintu masuk kraton.
Serabinya pulen banget,,,ada rasa manis pakai tambahan gula merah dan ras gurih dari kelapa bisa dikasih tambahan oncom pedes. Dimakan pakai gorengan tempe dan pia – pia. Buat sarapan cocok juga karena mengenyangkan.
Penjual lain ada di jalan Cipto pas pengkolan ke Arah Sutawinangun (depan SMP-SMA BPK Penabur).

PASAR KANOMAN
Kalau bilang pasar yang super komplit ya di pasar Kanoman ini. Mulai dari penjual sayur, bumbu, daging…itu mah biasa standart pasar, tapi di kanoman ada juga yang jual kain..dari mulai gordyn, baju, sepre,..plus tukang jahitnya..aih – aih…ada juga penjual emas semprotan (emas tiruan), penjual ikan, tanaman hias, penjual burung, oleh – oleh khas Cirebon, bumbu – bumbu import sampai Toko Bahan Kue. Dan apabila bulan Maulud tiba maka selama sebulan pasar kanoman seperti pasar malam,.rameee banget segala dagangan ada. Tumpah ruah murah meriah asal pintar nawar he…
Kita keliling pasar kanoman yuk…

Temanku dari Depok (Yeniii,…kapan lagee..main ke Cirebon?) terkagum – kagum,..katanya enak banget ibu – ibu di Cirebon,…segala udah disiapin di pasar. Emang di pasar di kota lain ga ada ya….???? Masak siy ????
Tukang bumbu udah ada….mau bumbu rendang, opor, nasi kuning, semur, sambal goreng tinggal beli dan minta perbandingannya,…ga usah repot ngulek di rumah.
Mau cabai iris buat sambal goreng, tinggal beli, udah diirisin sama penjualnya, malas ngupas bawang? Ada yang udah siap iris. Masak daun papaya…gmana kok pahit? Di kanoman ada yang siap masak…ah senangnya,…petai,…udah siap yang dikupasin. Mau bikin tempe kering,…aih aih tempe udah dipotong tipis kecil oleh penjualnya.
Emang Pasar Kanoman surga buat belanja ibu – ibu. Boleh bisa dibilang one stop shopping eh one stop pasar kale…

JUS PASAR KANOMAN
Di dalam pasar pas pintu masuk, ada penjual Jus. Jusnya enak bo, takaran antara gula, buah dan esnya pas banget. Disebelahnya ada penjual gado – gado Cirebon, ini yang jual kakak beradik. Enaknya nih kalau minum disitu begitu kita minum seperempat gelas, sisa jus dari blendernya ditambahin lagi, jadi gelas kita penuh lagi. Rasa jus nya ga cuman satu macam buah tapi di mixed. Misalnya Jus Jambu Merah-Sirsak_Jeruk Nipis, Atau Wortel-Jeruk Nipis, Atau Melon-Sirsak. Siang – siang minum jus sepulang dari pasar aduuh syeger banget.

NASI GUDEG
Penjual nasi gudeg ini pertama kali aku kenal sewaktu nganter anakku masuk TK Kecil di TK BPK Penabur jalan Merdeka tahun 1999. Setelah anakku masuk SD hingga sekarang udah kelas 2 SMP, ketemu lagi di pojokan Pasar Kanoman dekat penjual Pepes Dage. Dagangnya lesehan di emperan toko yang jual asahan pisau dll, dengan bakul gendongannya yang khas.
Rasa Gudegnya beda dengan gudeg Yogya, tapi untuk sarapan cocok banget. Menurut aku sih rasanya enak.
Nasi dengan sayur gudeg, ditambah sambal kerecek plus cabai rawit, tahu dan tempe bacem, suwiran ayam dan potongan telur rebus, disiram kuah opor,…hm…
Di jalan Pecinan, ada juga penjual gudeg dan penjual Nasi Ayam Semarang,…sama – sama recommended Cuma tinggal selera aja.

KEDAI UUN
Masakan jadi yang siap di bawa pulang adanya di kedai Uun, di dekat apotik Cirebon.
Ramai banget yang beli…ketauan ibu – ibu pada males masak nih.

DOCANG KHAS CIREBON IBU ENTIN
Docang ini salah satu makanan khas Cirebon. Enak juga buat sarapan.
Di piring disajikan lontong, ditambah daun singkong dan tauge rebus, diberi kelapa parut, dipeletin bumbu, setelah itu disiram kuahnya. Kuahnya terbuat dari tumbukan oncom dan rempah – rempah. Dimakan dengan kerupuk khas docang.
Sambalnya dari ulekan cabai rawit…
Ibu Entin menggelar dagangannya di pojokan dekat penjual ikan hias, tapi kemudian pindah di jalan pecinan di area denz food depan Nasi Ayam Semarang.

BABI PANGGANG APUN (non halal)
Lokasi di pasar kanoman pertigaan jalan kanoman dan pecinan, didepannya ada penjual ikan hias. Sedia babi panggang merah, ayam rebus, kulit babi, anciang.
Di seberangnya agak masuk pasar sedikit ada juga penjual yang sama, tempat kongkow para encek sambil ngopi ngobrol ngalor ngidul nah kalau di Apun tempat para encik yang ngobrol ngalor ngidul…xi xi xiii…

PEPES DAGE
Pepes dage dan pepes tahu ini kesohor banget. Tempat jualannya cuman lapak biasa di pertigaan jalan Pecinan, depan penjual Gudeg Lesehan. Pepes disini bukan dikukus tapi dipanggang di atas arang. Pepes Dage nya wangii banget dengan rasa pedes dan wangi daun kemangi yang pas banget. Dimakan pakai nasi Panas,..aw..enaknya…

EMPING dan INTIP
Emping yang khas dari Cirebon adalah tebal dan lebar, Digoreng dengan bumbu gula dan rempah – rempah.
Intip adalah kerak nasi yang sengaja digosongkan, diberibumbu gula dan rempah – rempah,..sekilas mirip rangginang, tapi intip beda rasanya karena ada bau gosongnya yang bikin wangiii.
Penjual ini bisa dijumpai di Pasar Kanoman atau arah ke astana Makam Sunan Gunung Jati, disepanjang jalan bisa ditemui penjual intip ini.


ASINAN SINTA
Udah kesohor ya,..dan udah banyak yang tau.
Menjual segala oleh – oleh khas Cirebon mulai dari hasil laut dan buah – buahan.
Disebelahnya sekarang ada juga penjual Batik Khas Cirebon (batik trusmi)


OLEH –OLEH PANGESTU
Selain Sinta sebetulnya ada lagi tempat oleh – oleh khas Cirebon yaitu Pangestu.
Pusatnya ada di Pasar Pagi, tapi cabangnya ada juga di Jalan Kalibaru
Pengestu juga mengeluarkan abon, berjenis-jenis ikan asin siap makan, sambal, kering ebi, emping dll yang made in Pangestu.

Saturday, March 19, 2005

Catatan Perjalanan Cirebon Lampung

Pada tanggal 08 Februari 2005, aku, suamiku Johan, anak - anakku Sandra dan Daniel, orangtuaku, mami dan papi, beserta adik iparku Nurhandayani berangkat dengan tujuan Bandar Lampung pada pukul 23.00.
Kita ber 7 naik mobil Xenia biru.
Sampai di Merak subuh dini hari, kami singgah di tol persimpangan Merah untuk melepaskan kepenatan. Sekedar membeli makanan ringan yang ternyata harganya cukup mahal dibandingkan harga biasa.
Siap - siap menyebrang jalan kira - kira jam 7 pagi dan sesampainya di bakauheni pada kira - kira jam 9 pagi.
Udara pagi memasuki kota Kalianda cukup indah pantai terhampar dilatar belakangi pemandangan pegunungan yang tidak akan di dapatkan pemandangan seperti itu di pulau Jawa, pasir putihnya yang terlihat dari jalan raya, kapal - kapal yang berlayar,...sejuk kebetulan cuaca mendung. Kami singgah di RM Padang Bagadang untuk mengisi perut, karena sepanjang jalan didominasi oleh RM Padang.
Kami melanjutkan perjalanan sampai Tulang Bawang. Sepanjang perjalanan kami tidak menemui hambatan. Cuaca cukup baik dan cukup banyak pompa bensin yang tersedia sepanjang Kalianda hingga Tulang Bawang.
Sebelum sampai Tulang Bawang, kami singgah untuk membeli buah durian yang banyak dijajakan di sepanjang jalan, cuman nama daerahnya aku lupa. Ternyata harga durian di sana tidak murah juga karena sebiji Rp. 15.000.
Rasa duriannya seperti ketan agak lengket dan lumayan manis meski masih segar. Kata penjualnya baru datang dari gunung.

Sampai di Tulang Bawang pukul 15.00. Udara sangat panas.
Tidak ada objek wisata menarik di Tulang Bawang, juga makanan yang enak tidak saya temukan. Mencari penginapan tidaklah sulit. Seharga Rp. 75.000 kami sudah mendapatkan kamar yang lumayan bersih dan ber AC.

Malam hari kami putar - putar mencari makanan. Tidak ditemukan makanan yang enak, kami hanya makan gurami goreng tepatnya gurami bumbu tepung tidak crispy, pecel dengan rasa standart saja.

Pagi pukul 7 kami siap - siap pulang menuju Jakarta.
Kami singgah di persinggahan sebelum Kalianda untuk membeli oleh - oleh keripik pisang, dan kemplang. Juga hiasan dari kerang yang diminati anakku.

Penyebrangan kembali ke Merak tidak kami temui hambatan yang berarti meski penyebrangan kembali relatif lebih lama dibanding berangkat, sehingga kami punya waktu untuk berkeliling di kapal feri. Ternyata kebersihan kapal jauh dibawah standart, kamar mandi kotor dan tidak ada airnya. Di ruang tunggu penuh sesak oleh asap rokok disamping pengunjung yang membludak hingga memenuhi koridor dan tangga naik dan tangga turun.

Kami sampai Jakarta kira - kira jam 2 siang. Kami menuju Tanggerang untuk singgah di Super Mall Karawaci. Anakku Daniel memuaskan hobbynya untuk bermain di Time Zone. Sementara aku, suamiku dan kedua orang tuaku menikmati makan siang di area Time Zone.
Putar - putar di Area Super Mall, hingga Hypermarket.
Kami pulang menuju Bogor untuk bermalam di Bogor.

Kami mendapat penginapan di daerah Cisarua, sebenarnya kami hendak bermalam di Puncak, tapi berhubunga jalanan macet, dari Cisarua sudah di blokir, maka kami kembali memasuki kota Bogor dan bermalam di sana. Nama hotelnya aku lupa.

Dari Bogor pagi hari kami meneruskan perjalanan menuju Taman Safari.
Sempat beli jagung di perjalanan menuju Taman Safari, banyak dijumpai laba - laba besar yang membuat sarang di antara tiang listrik.

Sampai di Taman Safari, kami dipungut biaya kendaraan dan orang sebesar Rp. 202.000.
Putar - putar melihat - lihat binatang di Taman Safari tak terasa sudah menunjukkan jam 11 siang. Kami singgah di restaurant yang ada satu - satunya di area Taman Safari.
Kami sempat terperangah dengan harga makanan yang sangat mahal. Seporsi mie bakso saja dihargai 18.000 yang belum ditambah pajak pelayanan sebesar 10%.
Tapi karena udara dingin menusuk tulang, ditambah hujan deras, dan anak - anakku tampaknya sudah merasa lapar, kami memesan bakso dan teh hangat.
Sambil menikmati hidangan lumayan kami disuguhi oleh atraksi gajah yang tepat berada di bawah restaurant tempat kami makan.
Total kerusakan dompat kami di atas 200.000.

Dari Taman Safari kami menuju Cianjur, untuk membeli oleh - oleh manisan, moci dan keripik kaki ayam. Sayang keripik kaki ayam yang dibanggakan oleh pemilik toko ternyata pahit dan berbau tengik.

Kami terus meluncur menuju Bandung.
Setelah hampir kesasar kesana - kesini, kami ketemu juga dengan Pekong Agan yang sakit - sakitan. Dari sana kami menuju Taman Rahayu tempat keluarga Ie - ie berada. Sempat nyasar beberapa kali sampai akhirnya kami di jemput di depan restaurant Hoka Hoka Bento.][
Singgah di rumah ie - ie untuk makan malam, lalu kami pulang menuju Cirebon.
Perjalanan Bandung Cirebon, kami singgah di Sumedang untuk mengisi perut pada sekitar jam 12 an.
Sempat juga suamiku melihat mahluk yang kasat mata di daerah Tanjung Sari, berhubung kami melewati daerah tersebut pada saat tengah malam sekitar pukul 24.00.

Kami sampai di Cirebon pada pukul 3 dini hari.
Perjalanan ini nyaris tanpa hambatan yang berarti.
Puji Tuhan kami panjatkan karena kami sekeluarga diberi kesempatan untuk berjalan - jalan bersama.

Friday, March 18, 2005

Yogyakarta

Kita pergi ke Yogyakarta pada tanggal 11 Maret 2005.
Tujuan adalah Rumah Doa Emalta di jalan Telogo Putri Kaliurang.
Dari Cirebon berangkat jam 14.00 sampai di Yogya jam 19.00.
Perjalanan tadinya henadak lewat bumiayu (lewat selatan) tapi berhubung aku mau makan di RM. Prima yang terkenal dengan kepitingnya tersebut, maka diputuskan perjalanan lewat Semarang. Sampai di Comal Rumah Makan Prima sudah jam 17.00. Ternyata kepiting RM. Prima memang lezat. Disamping itu sudah ada penambahan penjualan oleh - oleh souvenir, batik yang cukup murah. Perjalanan dilanjutkan sampai di Semarang jam kurang lebih jam 20 an. Setelah ketemu Rumah Doa di Kaliurang, dan setelah selesai doa, kita turun kembali ke Yogya. Sampai di Yogya sudah tanggal 12 Maret jam 01.00
Putar putar seputaran Yogya sampai jam 03.30 pagi karena semua hotel dari yang termahal hingga kelas home stay penuh. Yogya fully booked pada tanggal tersebut. Ternyata ada pameran motor gede (Harley) dan Pembukaan acara sekatenan. Puantes!!!

Akhirnya setelah putus asa, kami dibantu joki hotel (calo) mendapat kamar di hotel metro Sosrowijayan. Rate kamar Rp. 95.000 nett. Lumayanlah meski tidak ber AC tapi kami bisa merebahkan badan, meskipun tidak bisa tidur nyenyak karena udara cukup panas.

Pagi pagi pukul 07.30 kami sudah check out untuk mencari gudeg wijilan dan oleh - oleh.
Kami juga mampir di Malioboro.

Hari itu juga kami pulang ke Cirebon lewat jalur Selatan - Gombong, Purworejo.
Sampai di Cirebon jam 22.00.

Perjalanan yang melelahkan tapi mengasyikkan.
Kasihan suamiku kecapaian sewaktu putar putar Yogya. batrainya nyaris habis,...he..he...